Autonomous Agent atau agen otonom adalah AI Agent yang dirancang untuk beroperasi dan mengambil keputusan tanpa memerlukan persetujuan manusia pada setiap langkah prosesnya. Pengguna atau pengembang hanya perlu mendefinisikan tujuan akhir (goal) dan batasan operasional (constraints), sementara agen sendiri yang menentukan langkah-langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut.
Tingkat otonomi agen AI biasanya digambarkan sebagai sebuah spektrum, bukan kategori biner. Pada satu ujung spektrum terdapat sistem dengan human-in-the-loop yang ketat, di mana agen harus meminta persetujuan manusia sebelum setiap tindakan penting. Pada ujung lainnya terdapat agen yang sepenuhnya otonom, mampu merencanakan, bertindak, mengevaluasi, dan mengulang proses tersebut berkali-kali tanpa intervensi manusia sama sekali, kecuali untuk memberikan instruksi awal.
Contoh agen otonom mencakup sistem yang dapat menjalankan riset pasar mendalam selama berjam-jam tanpa pengawasan, agen trading algoritmik yang mengambil keputusan investasi secara real-time, atau robot fisik yang menavigasi lingkungan dan menyelesaikan tugas tanpa kendali jarak jauh manusia secara langsung.
Tingkat otonomi yang tepat sangat bergantung pada risiko dan konsekuensi dari kesalahan. Untuk tugas dengan konsekuensi rendah seperti merangkum dokumen, otonomi penuh relatif aman. Namun untuk tugas berisiko tinggi seperti transaksi finansial besar atau tindakan yang berdampak pada keselamatan fisik, sebagian besar praktik terbaik industri tetap merekomendasikan mempertahankan elemen pengawasan manusia, setidaknya sebagai mekanisme pembatalan darurat (kill switch) atau tinjauan pasca-tindakan.
Perdebatan seputar sejauh mana agen AI sebaiknya diberi otonomi penuh menjadi salah satu isu keamanan AI (AI safety) paling hangat sepanjang 2025-2026, seiring semakin banyak perusahaan mulai menerapkan agen otonom dalam alur kerja operasional yang sesungguhnya.
